Kerja Sampingan Para Ibu


Adakah kerja sampingan yang paling mudah dilakukan oleh seseorang? Biasanya, orang tidak mau mengambil risiko untuk bekerja di rumah dan memilih untuk menjadi buruh orang lain. Orang menganggap bergabung dengan sebuah perusahaan (buruh orang lain) lebih pasti daripada bekerja di rumah; bekerja di atas tangan dan keringat sendiri.


Lagipula, kebanyakan orang ingin praktis. Mereka mau menerima uang dan kadang tidak mau memperhatikan bagaimana uang itu didapatkan. Kalau yang terjadi demikian, kerja sampingan biasanya dipilih yang ada di rumah; yang mungkin bisa dilakukan ketika tidak ada lembur kantor dan sebagainya. Sebelum memutuskan memilih kerja sampingan, ada kalanya kita memperhatikan risiko-risikonya.


Kerja sampingan bisa jadi membuat kita semakin berjarak dengan keluarga jika tidak dikelola dengan baik. Kita sudah kehilangan momen bertemu keluarga karena hak tersebut sudah dirampas oleh kantor. Kalau ditambah satu kerja lagi, bisa-bisa tumbuh-kembang anak kita juga akan terlewati begitu saja.


Apalagi kalau ternyata kita keranjingan kerja sehingga lebih mengutamakan kerja sampingan ini. Sudah mengasingkan diri dengan bekerja di kantor, di rumah kita juga terasing. Betapa kita tidak adil kepada anak dan suami/istri jika pilihannya demikian.


Jika Anda suka menulis, pilihlah kerja sampingan yang menyenangkan semisal menjadi penulis artikel atau review buku/film baru yang cukup banyak di internet. Dengan target misalnya sehari satu atau dua artikel/review, kehangatan keluarga tidak akan terenggut.


Jika Anda suka bermain internet, memanfaatkan iklan-iklan tertentu yang dipasang di blog juga mengasyikkan meskipun hasilnya tidak bisa dinikmati dengan cepat (butuh waktu yang lama, tidak langsung sebulan Anda merasakan manfaat pasang iklan di blog). Jika Anda mengikuti bisnis MLM sebagai kerja sampingan, sebaiknya dihindari jika bisnis tersebut kurang jelas.


Kadang jika terpepet, Anda justru akan menjerumuskan orang-orang terdekat untuk mengikuti bisnis MLM tersebut. Bahkan, kerja sampingan ini bisa saja dibawa ke kantor dan menyebabkan Anda serta teman-teman seperusahaan malah terbelit dalam keadaan “tindih-menindih”; yang satu di atas yang ini, dan seterusnya.


Hal yang perlu dicermati, kerja sampingan hanyalah bonus; seperlunya saja, bukan sumber uang yang utama dan bukan pula hal yang memberatkan. Kalau begitu tergiur dengan uang sehingga merasa butuh tambahan kerja ini dan itu,  kerja sampingan dan kerja utama akan sama-sama “hancur” atau kalau tidak, kehidupan pribadi Anda yang hancur.


 





View the original article here

Subscribe to receive free email updates: